 | hellluuu.... | May 23, 2008 |
Assalamu alaikum... Well, Nice to meet u all welcome to my Site, Hope we can share something really bring benefit for us...  Rasanya baru kemarin, kabar gembira itu datang. Siang itu medio Juni 2010, Papa telepon mengajakku untuk umroh. Awalnya aku datar, karena ku pikir pergi ke tanah suci adalah undangan yang sangat istimewa, datangnya langsung dari Sang pemilik tanah tersebut, Sang Khalik. Lalu siapa Rusfita? Aku hanya seorang Hamba yang selalu percaya diri kalau Dia selalu mencintaiku dan hanya memikirkanku, tapi akupun manusia yang selalu berbuat dosa. Bahkan tak layak rasanya menginjak tanah haramnya yang begitu suci.
Persiapan kepergian kami hanya memakan waktu kurang dari satu bulan. Mulai dari pembuatan passport, pemilihan travel sampai persiapan selama perjalanan. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan diberi kemudahan. Pembuatan passport ada yang membantu, jadi tidak perlu antri terlalu lama di kantor imigrasi. Walaupun menurut aku jadinya juga terlalu lama, karena harus menunggu selama satu minggu. Untuk travel, kami memilih MQ Travel, karena memang sudah familiar, pelayanannya bagus dan biaya juga tidak terlalu mahal.  Sementara keperluan untuk diperjalanan kami siapkan kurang dari seminggu. Dan kamipun siap berangkat.
Selasa, 20 Juli Akhirnya hari itu datang juga. Sebelum tanggal ini datang, aku masih belum berani untuk bicara ke orang banyak, karena semua itu tergantung dari undangan yang di atas. Kalau memang Dia berkehendak aku tidak datang maka terjadilah. Terlebih sabtu, 17 Juli 2010, dari pihak travel mengatakan ada 2 orang yang visanya belum keluar dan baru ada kabar dari Kedutaan Arab Saudi, Senin 19 Juli. Memang akhirnya visa keluar senin sore, tapi masih ada satu kendala, aku harus buat NPWP. Sempet dagdigdug juga, apalagi perjalanan tinggal besok hari dan harus sampai di bandara jam 08.30 WIB. Tapi alhamdulillah, NPWP selesai dibuat dalam waktu kurang dari 15 menit.
Lega. kalimat talbiyahpun mulai berani kulantunkan. Kalimat menyambut undangan Illahi Rabb, kepada kami yang menjadi tamunya. Pesawat berangkat pukul 12.40. Shalat Dzuhur dan Ashar kami jamak di dalam pesawat. Perjalanan dari Jakarta ke Jeddah kurang lebih 8 jam. Otomatis kami sampai di sana pukul 17.50 waktu Saudi. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah via bus kami menjamak shalat magrib dan isya di Bandara King Abdul Azzis ini.
Lanjut. Jarak dari Jeddah ke Madinah kurang lebih 400 km, yang artinya kami harus sabar lagi duduk di kursi bus selama 8 jam. Tapi jauh2 hari aku bilang ke diri sendiri, harus sabar selama perjalanan di tanah haram nanti. Jangan banyak mengeluh. Akhirnya jam 23 waktu setempat kami sampai di tanah haram Madinah. Kota Nabi. Dari jauh dapat kami lihat lampu menara Masjid Nabawi yang terang. Indah sekali. Kebetulan hotel (Arramas) kami berjarak sekitar 50 m dari Masjid Nabi ini. Dekat sekali.
Rabu, 21 Juli Setelah istirahat sejenak untuk membersihkan badan. Hari itu kami mulai dengan shalat tahajud di masjid nabawi. Ada satu kejadian yang membuat aku merasa sedih sekali. Waktu itu, karena terburu-buru dan karena tidak tahu pula, begitu mau berangkat ke masjid aku langsung menyambar kamera digital dan handphone. Padahal di Masjid Nabawi ini pemeriksaannya ketat sekali, akhwat tidak diperbolehkan membawa handphone berkamera apalagi kamera digital. Akhirnya akupun tidak diijinkan masuk ke Masjid Nabawi untuk shalat didalamnya hanya boleh di halaman masjid tersebut. Askar masjidnya galak-galak. Sedih sekali rasanya, penasaran ingin tahu bagaimana keadaan di dalam sana. Tapi teman-teman yang kebetulan bernasib sama denganku, kasih semangat, mereka bilang. HARUS IKHLAS. Besokkan masih ada kesempatan. :) Tapi ada hikmahnya, aku jadi bisa foto di depan Masjid Nabawi ini. Yey....Di pelataran masjid ini aku bertemu dengan seorang Ibu dari Libya, baik sekali, sempet kuceritakan aku tidak bisa masuk karena membawa kamera, dan dia menyarankan untuk memasukkan kamera ke dalam baju di sekitar dada. oooopsss i've done it. :D Disini pula aku bertemu dengan keluarga dari Turky, setelah tahu aku dari Indonesia, wajaha mereka terlihat excited sekali. Salah satu mereka langsung memelukku, sambil mengatakan, "Masya Allah, Indonesia. I love you." Bengong. Maksudnya? Akhirnya sambil terheran-heran akupun mengeluarkan kata-kata yang sama dengan dia, "I love you too, sis." :)
RAUDAH, TAMAN SURGA Ada salah satu hadits Nabi yang berbunyi, "“Diantara rumahku dan mimbarku adalah sebagian taman surga.” Inilah salah satu motivasi terbesarku. Aku ingin shalat di Masjid Nabawi terutama di Raudahnya. Kebetulan siang itu, kami ada ziarah keliling Masjid Nabawi. Seorang Muttawif, menjelaskan kepada kami segala sesuatunya tentang Masjid tersebut. Mulai dari pintu jibril, pintu yang biasa dilalui oleh Malaikat Jibril ketika ia menyampaikan wahyu kepada Nabi. Makam Nabi, Baqi tempat bersemayamnya Sayyidah Aisyah, yang sebenarnya dari hotel tempat kami menginap pekuburan Baqi ini lurus dari pandangan kami. Dan masih banyak lagi. Sayang suara muttawifnya kecil. Jadi kurang bisa kami tangkap dengan baik.
Setelah mengitari Masjid Nabawi, kami pun masuk ke dalamnya. Syukur kepada Illahi Rabb, akhirnya aku masuk juga ke Masjid kekasihNya. Setelah shalat tahiyatul masjid dan shalat dhuha, kami menunggu giliran untuk masuk ke Raudah. Karena memang khusus akhwat, terdapat aturan jam masuk. Kami ambil giliran jam 09.00 s.d. 12.00. Masya allah penuh sekali, bahkan untuk sujudpun susah. Tapi tekadku sudah bulat. Harus kusampaikan inginku kepada Yang Satu. Aku sudah berdiri kemudian sujud di Taman Surga ini. Maka aku harus sampaikan pintaku. "Tuhan, jika ini taman surga yang kau karuniakan di dunia, maka ijinkanlah aku untuk bisa berada di taman surgaMu kelak di akhirat sana, berkumpul dengan keluargaku. Papa, Mama, adik-adikku. Kiranya hanya belas kasihMulah yang bisa mengumpulkan kami kembali." Done.
Hari itu kuhabiskan siang ku untuk berdiam di Masjid Nabi. Shalat Dhuha kulanjutkan, Shalat Hajat, Shalat Istikharah, tak lupa ku buka lembaran tilawahku. Aku ingin berdiam di dalam Masjid ini lebih lama. Apalagi di luar teriknya bukan main. Mungkin mencapai 58' C. Baru selepas Dzuhur aku dan Ibu Trigina memutuskan kembali ke hotel untuk makan siang.
Kamis, 22 Juli Hari ini rencana kami ziarah kota Madinah. Ziarah di mulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 12.00 waktu Saudi. Perjalanan di mulai ke Masjid Quba. Masjid yang pertama kali di bangun oleh Rasul, ketika beliau hijrah ke Madinah. Di Masjid ini kami sempatkan untuk sholat tahiyatul masjid dan shalat dhuha. Karena berdasarkan salah satu hadits lainnya, "Shalat 2 rakaat di masjid Quba pahalanya sama dengan pahala melakukan umroh." So, Let's Do It. :) Dari Masjid Quba kami beranjak ke Kebun Kurma. Kebetulan lagi musim panen kurma. Jadi harga kurmapun tidak terlampau mahal di Madinah. Di sini juga ada pasar kurmanya. Semua jenis kurma ada disini. Selanjutnya kami ke Masjid Qiblatain atau biasa di sebut masjid dua kiblat. Ceritanya ketika itu, ketika Rasul shalat dzuhur, ketika selesai di rakaat ke dua, ada perintah dari Allah untuk memutar kiblat ke kabah, yang pada saat itu kiblat shalat mengarah ke masjidil aqsha. Di sini kami tidak turun. Untuk mempersingkat waktu kami berangkat ke Jabal Uhud. Tempat yang terkenal dengan Perang Uhudnya. Ketika itu umat Islam mengalami kekalahan, karena salah satu sahabat tidak mengindahkan perintah Nabi, untuk tidak turun dari gunung. Di sini juga Sayyidini Hamzah, Paman Nabi wafat dan di bunuh oleh suruhan Hindun. Sampai hatinya hampir di makan oleh Hindun.Di sini pula Sayyidina Hamzah dimakamkan. Konon Gunung Uhud ini, adalah salah satu gunung yang ada di surga. Ziarah Madinah selesai.
Selesai ziarah, hari itu kami habiskan dengan ibadah di Masjid Nabawi.
Jumat, 23 Juli. Hari ini terakhir kami di Madinah. Perjalanan selanjutnya adalah Kota Haram Mekkah. Sebelumnya kami melaksanakan Shalat Jumat dan Ashar di Masjid Nabawi. Selepas itu, kami berangkat ke tempat miqat di Bir Ali untuk mengambil Niat Umroh. Perjalanan dari Hotel ke Bir Ali memakan waktu 10 menit. Yang harus dipersiapkan adalah perjalanan dari Madinah ke Mekkah yang jaraknya 450 km. Rukun umroh pertama kami lakukan. Labaikallah humma Labaik.
Pukul 21.30 Waktu Saudi kami tiba di Makkah. Hotel As Shohada -tempat kami menginap- rupanya lebih jauh dari letaknya ke Masjidil Haram dibandingkan Hotel Arramas ke Masjid Nabawi. Kurang lebih 300m. Tapi untungya ada shuttle bus yang sedia 24 jam untuk mengantarkan kami bolak-balik Hotel-Masjidil Haram-Hotel. Walau sebenarnya dengan berjalan kakipun bisa kami lakukan.
Pukul 22.30. kami berangkat bersamaan ke Masjidil Haram. Rukun umroh kedua siap kami lakukan. Setelah menjamak shalat magrib dan isya, kami siap untuk tawaf. Mengelilingi ka'bah selama tujuh putaran. Saat itu aku, Ibu Trigina, Tante Eka dan Tante Bonita, bersepakat untuk tawaf bersamaan, selama perjalanan kami menggamit lengan masing-masing. Konon, tawaf sudah dilakukan sejak pertama kali dunia ini diciptakan. Para malaikat yang melakukannya. Dan tepat di atas Ka'bah itulah baitul makmur. Saat itu ku tengadahkan kepalaku untuk melihat langit malam itu. Subhanallah. Maha Suci Engkau Ya Rabb. Kami tawaf dengan panduan dari Ustad yang menjadi muttawif kami. Selesai tawaf kami menuju ke sumur zam-zam. Tante Eka saat itu, langsung menggamit tanganku. Dia berbisik, "Ita, ayo minum airnya, minta kesehatan, usapkan ke muka, minta jodoh yang sholeh."
Selesai tawaf, Rukun umroh ketiga kami lanjutkan. Sai (berlari-lari kecil) dari bukit Safa ke bukit Marwah. Kegiatan ini merupakan napak tilas dari tindakan Siti Hajar ketika mencari sumber air untuk bayinya, Nabi Ismail, a.s. Kejadian lucu terjadi di sini. Saat itu, kami mencari muttawif kami, tapi tidak tahu kenapa tidak terlihat. Akhirnya kami bergabung dengan muttawif lain, sayangnya kami tidak bisa mendengar doa yang dikumandangkannya. Akhirnya aku meminjam buku doa Ibu Trigina. Aku baca keras-keras dan diikuti oleh Ibu Trigina, Tante Eka dan Tante Bonita. Posisinya saat itu Tante Eka, Aku, Ibu Trigina dan Tante Bonita. Hohoho...aku malu, aku kan tidak ada pengalaman umroh atau haji sebelumnya. Di putaran ke-tiga kami memutuskan untuk minum air zam-zam yang memang disediakan di kaki bukit safa. Selesai minum kami lanjutkan. Hingga selesai di bukit Marwah.
Rukun umroh keempat kami lakukan, tahalul. Setelah membaca doa tahalul, kami menggunting rambut kami. Dan Selesailah rangkaian umroh kami. Rukun Umroh kelima, yaitu tertib kami selesaikan dengan baik. Syukur alhamdulillah kami panjatkan atas jamuan undanganMu, Illahi Rabb.
Sabtu, 24 Juli. Selesai umroh, kami kembali ke hotel. Aku dan Papa memutuskan untuk sholat tahajud di hotel dan baru kembali ke Masjidil Haram ketika sholat subuh di mulai. Pagi itu rencananya kami selepas sholat subuh kami teruskan dengan tawaf sunnah. Karena saran muttawif , selama di Masjidil Haram, kami sebaiknya memperbanyak tawaf sunnah. Tawaf sunnahpun kami lakukan, saat itu yang terlintas dipikiranku doa yang ingin kusampaikan. Putaran pertama ku lantunkan doa memohon ampun atas dosa-dosaku, putaran kedua aku memohon ampun untuk dosa-dosa kedua orang tuaku. Tak lupa juga ucapan syukur karena Allah telah mengirimkan orang tua yang telah memperkenalkan aku kepadaNya. Begitu masuk di putaran ketiga, mulai dari Rukun Yamani, Papa mengajakku untuk masuk lebih dalam lagi. Disini kesempatan itu datang, Allah memberikan kemudahan kepadaku dan Papa. Aku ciumi dinding kabah, ku elus dinding kabah, terus aku kecup sambil tak henti mulut ini berdoa. Jangan ditanya bagaimana sesaknya kondisi saat itu. Jadi flashback kejadian waktu terjebak di monas tahun baru 2008. Kurang lebih sama sesaknya. Sampai akhirnya kami sampai di Rukun Hajar Aswat. Aku mengelusnya, ku kecup tanganku. Tapi, Papa teriak, "Ita, ayo cium." Sontak langsung ku cium hajar aswat tersebut. Batu Surga yang pada awalnya berwarna putih terang, hingga sinarnya menerangi kota makkah itu sekarang menjadi hitam, karena kelakuan manusia yang banyak melakukan kesalahan. Selepas dari Hajar Aswat kami bergerak ke Talang emas shalat di bawahnya. Selepas itu kami masuk ke hijir ismail shalat dua rakaat. Tuhan....begitu besar cintaMu kepada kami. Alhamdulillah.
Minggu, 25 Juli Hari ini agenda kami. Ziarah Kota Mekkah. Perjalanan pertama kami ke Gunung Tsur. Di gunung ini terdapat gua tempat Rasul dan Sayyidina Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum quraisy. Kami hanya berhenti sekitar 15 menit di sini hanya untuk berfoto bersama. Konon guanya sendiri terletak di belakang gunung tersebut dan memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk dapat melihatnya. Dulu, ketika pergi haji, Papa sempat mendaki dan melihat gua tersebut.
Selanjutnya, kami berangkat ke Jabal Rahmah di Arafah. Gunung tempat pertemuan Ibunda Siti Hawa dan Ayahanda Nabi Adam setelah mereka berpisah selama 200 tahun. Menurut kisah yang ada mereka berpelukan selama 7 hari 7 malam di gunung tersebut. Jadi ingat pesanan salah satu teman yang minta ditempelkan fotonya dengan foto "cem2annya". Karena konon, orang yang menuliskan nama atau menempelkan fotonya di tugu Adam dan Hawa tersebut, akan memiliki hubungan yang langgeng. Tapi kemarin setelah aku lihat-lihat tidak ada yang menaruh foto di jabal rahmah tersebut. Orang-orang hanya menuliskan nama mereka dan pasangan mereka saja. Tapi karena aku tidak tahu siapa nama "cem2an" temenku, jadi aku urung menuliskan nama mereka. Maaf yah. :p. Aku sendiri hanya menuliskan namaku, sukma, etta dan nisa.
Dari Jabal Rahmah, kami keliling Padang Arafah. Tempat dimana seluruh manusia dari Adam sampai manusia akhir jaman ini akan dikumpulkan. Padang Arafah ini tidak seberapa luas, bisa dibayangkan bagaimana jika semua manusia nanti dikumpulkan di sana. Di sepanjang Arafah ini juga terlihat tempat yang disediakan bagi para jamaah haji. Karena memang haji itu tidak sah, jika tidak wukuf di Arafah.
MASJID NAMIRA Masjid ini yang membuat Mama terkagum-kagum ketika beliau pergi haji, sekitar dua belas tahun lalu. Hingga Mama berazam jika dia memiliki anak perempuan lagi, akan di beri nama sesuai nama masjid tersebut. Dan terjadilah. Kami dikaruniai seorang adik cantik, yang di beri nama Namira. Usut punya usut ternyata nama ini mengandung aritnya Harimau Betina. Tidak begitu heran kalau De Nisa, punya tabiat yang tidak jauh berbeda dengan Harimau Betina, galak-galak jinak. Hehe,,,,
Sayangnya kami tidak sempat turun di Masjid Namira. Mesjid ini bentuknya melebar. Ada yang masuk wilayah Mina dan Ada yang masuk wilayah Arafah. Jadi jika wukuf di wilayah masjid yang masuk mina, maka hajinya tidak sah. Indah sekali masjid ini. Hiks...jadi kangen Harimau Betina di rumah...:)
Perjalanan kami lanjutkan dari Arafah, Mina Muzdalifah, Jabal Nur. Tapi sayangnya aku tertidur. hehe...Aku mulai terjaga ketika sampai di Masjid Ji'ronah. Waktu itu teringat pesan Mama, Air di Ji''ronah ini mirip dengan air zamzam. Banyak manfaatnya, kalau sempet mandi di masjid ini. Tapi, karena waktu kami dibatasi, aku hanya bisa membasahi kepalaku dan membasuh wajahku dengan air Ji'ronah. Selesai sholat dhuha, kami pu kembali ke Hotel. Sepanjang perjalanan pulang, kami melihat beberapa tempat yang bersejarah, diantaranya Masjid Jin, Masjid Kuching, dan Pekuburan Ma'la, tempat Siti Khadijah dimakamkan.
Senin, 26 Juli Satu hari sebelum kami kembali ke tanah air, aku dan Papa memutuskan untuk mengambil tawaf sunnah kembali, kali ini kami tidak mencium hajar aswat, hanya shalat di talang emas dan hijir ismail, dan di multazam. Selepas shalat isya, kami memutuskan untuk keliling mall yang memang berdiri tegak di depan masjidil haram. Karena siang hari panasnya mencapai 41' C. - memang suhu di Makkah sedikit lebih rendah dari Madinah-, kami tidak berani untuk minum es di siang hari. Tapi di malam hari suhu di kota Makkah turun menjadi 36' C dan kebetulan aku melihat gerai es krim Baskin Robbins dan Movenpick di dalam mall tersebut. Daripada ngiler lebih baik di cobakan? Kami memilih Movenpick....huuummm, yummiiii.....
Selasa, 27 Juli. Saatnya kami bersiap-siap untuk kembali ke tanah air. Sebelumnya kami harus melakukan tawaf wada. Tawaf Perpisahan. Doaku satu, ijikan aku untuk kembali lagi ke tanah haramMu, Ya Rabb. Tentunya dengan keluarga baruku dan juga dengan Orang tua dan adik-adikku. Selepas shalat subuh kami menunggu sekitar satu jam untuk menunggu waktu shuruk untuk melaksanakan shalat isrok. Barulah kami melakukan tawaf Wada. Dan Selesailah perjalanan ibadah kami di dua kota haram, Madinah dan Makkah.
Sebelum ke bandara, kami keliling kota Jeddah, ada beberapa tempat menarik di Jeddah. Ada masjid qishas, tempat dilaksankannya hukum pancung, tata kota kuno masyarakat Arab, sampai Mall. Yey.....Jiwa shopping aku dan Papa serasa menemukan tambatan hatinya. hehe...Uniknya semua toko di sini menggunkan bahasa Indonesia. Bahkan beberapa toko menuliskan kalimat, "WILUJEUNG SUMPING" yang artinya Selamat Datang dalam bahasa Sunda. :) Perjalanan di Jeddah kami akhiri dengan shalat di Masjid Terapung di Laut Merah. Masjid ini merupakan sumbangan dari seorang perempuan kaya yang bernama Siti Rahmah.
Begitu selesai sholat di Masjid Terapung, maka selesailah rangkaian ibadah kami. Pesawat Take off pukul 18.50 waktu Saudi dan Tiba pukul 09.30 WIB.
Sesungguhnya aku hanya hambaMu, yang banyak melakukan dosa. Hanya kemurahanMu lah yang mengijinkan kami ini menginjak tanahMu. Semoga Engkau mengirimkan undanganMu lagi untukku, Rabb. Puji syukur untukMu. Alhamdulillah.
Hari ini aku mengalami 2 kejadian yang berbeda tapi untuk konteks yang sama di telepon.
Pertama. He is my High School mate Sejak kali pertama aku kenal dengan dia, aku "sayang" dia layaknya aku menyayangi adik lelakiku. Karena memang usia mereka tidak terlalu berbeda. Jadi, aku seperti memiliki pengganti adikku di sekolah. Sifatnya manja. Persis anak kecil. Tapi kalau kami terlibat pembicaraan, pasti ujung-ujungnya adu nyolot. Gak Mau Kalah....
Rafdi namanya.
Kontak terakhir Maret 2009. Ketika itu, aku menanyakan cara isi formulir PPh. Kebetulan, Rafdi yang dulu aku anggap anak kecil itu, sekarang seorang Akuntan, lulusan Univ. Andalas. Sejak itu, aku tidak tau lagi bagaimana kabarnya. Ketika akhirnya pada medio Mei, seorang teman memberitahukan bahwa, dia di rawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Entah penyakit apa yang menyapanya, yang jelas ketika ku menjenguknya, penglihatannya sudah tidak bekerja dengan sempurna. Tapi dia masih inget aku, bahkan nama lengkapku Ita..ohhh...Rusfita.
****
12 Januari 2010. Ultah Rafdi ke 26. Agak sedikit ragu, untuk memberikan ucapan. Apakah dia baik2 saja atau bagaimana. Akhirnya ku kuatkan niatku untuk meneleponnya.
Alhamdulillah. Sungguh lega mendengar suaranya. SEHAT. Disinilah kejadian pertama telepon hari ini. Setalah kemarin aku mengucapkan selamat ultah ke Rafdi, hari ini Rafdi telepon aku 2 kali. Bicara panjang lebar tentang kebiasaanku dulu. Semua yang diucapkannya membuatku bersyukur. Dia tidak kehilangan ingatannya. Tentang kebiasaanku di anter Mama. Tentang aku yang sok menyendiri, seakan-akan tidak butuh temen. ^_^ Mungkin kalau pembicaraan diperpanjang, dia pasti masih ingat tentang makanan kesukaanku.
See, kejadian pertama sungguh membuat aku bersuka cita. Terima kasih Allah.
Kedua. Hari ini aku, Bede dan Anto sepakat untuk call conference untuk rencana ke Danau Cinta. Sebenernya udah direncanain dari kemaren, tapi terbentur acara kantornya Bede. Masalah transportasi selesai. Clear. Tapi tiba2 pembicaraan menjadi panas. Memang susah ya, menyatukan tiga kepala yang berbeda. Walaupun rambutnya sama-sama hitam (ini karea tidak ada dari kami satupun yang rela mewarnai rambut...^^) . Bede ingin berangkat dari Jakarta jam 5 pagi. Anto bilang jam 6 pagi. Aku...?? sibuk mendengarkan mereka sambil tangan kanan menyelesaikan kerjaan kantor. "Anto, lo gak boleh egois dong. Elo memang udah pernah. Gw juga udah pernah. Tapi Ita kan belum pernah." Entah bagaimana akhirnya, hingga Bede tiba2 menutup teleponnya. Dan Gw...CENGO...!!!!
Guys...ayo dong. Bukannya kita jalan2 buat gw yah...? jadi jangan berantem yah...!!!
Kejadian kedua, sepertinya masalah belum selesai...:( | 64 - I Will Survive - Cake | | | | | | | 03. UNBELIEVABLE - CRAIG DAVID | | | | | | | Walking Away | | Divers | | Divers | | | www.MzHipHop.com, Craig David - Insomnia (1st single) ( 2oo8 ) [ www.MzHipHop.com ] | | www.MzHipHop.com | | www.MzHipHop.com | |
"sometimes some people get me wrong when it's something I've said or done" - walking away; craig david -
Lirik di atas mengingatkanku akan kejadian sekitar 2 minggu yang lalu. Ketika ada seseorang yang tidak suka dengan pendapatku. Aku sadar kami memiliki pandangan yang berbeda dalam pola pikir yang terbentuk -mungkin karena lingkungan-.
Berawal ketika ada seorang temen yang menuliskan pandangannya mengenai hari ibu di Indonesia, apakah kita sebagai warga Indonesia masih perlu memaknai hari Ibu. Sebutnya, saat ini masih banyak ibu2 di pelosok Indonesia yang bersusah hati memikirkan masa depan pendidikan anak2nya karena biaya. Dan banyak sekali anak2 usia sekolah, yang karena keterbatasan dana tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
Ah tergelitik sekali membacanya. Buat aku pribadi, yang sampai detik ini belum pernah sekalipun mengucapkan, "Happy mother's Day, Mah..." memang tidak terlalu masalah ada atau tidak adanya pengukuhan Hari Ibu di kalender. Karena buat aku, every day is a Mother Day. Ah, jadi inget - ucapan mama yang menguatkan, ketika aku gagal di beberapa tes atau mata kuliah; omelan mama yang menampar, ketika aku mulai bosan untuk merajuk kepada KEKASIH tertinggi; kesabaran mama atas sikapku yang nyebelin. Lho, kok yo curhat...kembali ke topik. Masalahnya ketika ku baca pandangannya ini, tidak terlalu lengkap. hehehe...sebenernya sih, mw menguatkan aja pandangannya itu.
Mungkin memang benar kondisi pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Kalau nonton berita2 di televisi memang cukup banyak, murid2 yang harus sekolah di kelas yang hampir rubuh. Atau ada juga murid yang tertolak oleh sekolah karena alasan biaya. Yah, ini jadi PR buat pemerintah deh dan kita semua demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Sebenarnya tidak perlu menonton berita di televisi untuk merasa cukup miris dengan kondisi tersebut. Tidak perlu susah2 buatku untuk mencari perbandingan yang cukup kontras mengenai kondisi pendidikan. Beberapa tahun belakangan aku dibuat kaget, oleh uang pangkal masuk SMA tempatku belajar dulu. Bahkan setahun belakangan -kalau tidak salah, uang masuk untuk kelas reguler Rp 13.000.000 dan untuk kelas Internasional Rp 32.000.000; ini untuk ukuran sekolah negeri- uang pangkal tersebut terus mengalami kenaikan. Padahal, persis di seberang sekolahku tercinta ini, adalah tempat pembuangan sampah yang bisa dibilang luas, dan di sana tinggallah anak2 yang harus bekerja demi uang sekolah. Dan pergi ke sekolah jika ada waktu luang, dan itupun sekolah gratis yang diadakan relawan. Jadi, buat aku tidak perlu ke pelosok untuk melihat kondisi ketimpangan sosial. Kesimpulannya gampang kok, uang itu tidak pernah bohong. Hanya anak dengan kemampuan finansial orang tua yang bagus yang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sedangkan mereka yang terlanjur hidup dengan keadaan ekonomi yang pas2an harus rela dengan nasib yang menaungi mereka. Kembali hidup mewarisi kebodohan. Padahal mungkin, diantara mereka punya potensi intelegensi yang sama dengan anak2 beruntung tadi.
Nah, kalau teman tadi menjelaskan tentang kondisi pendidikan di pelosok, aku melakukan komparasi dengan kondisi pendidikan di Jakarta dan hari ibu itu sendiri. oh, hohoho...ternyata ada orang lain yang tidak setuju dengan apa yang kuungkapkan tersebut. Dia mencaciku dengan kata2 yang tidak beretika. Mungkin dia menilai aku kurang berjiwa sosial, bisa jadi pikirnya aku tidak mengerti kondisi pendidikan di pelosok. Mungkin juga jiwa sosialnya yang membumbung tinggi membutakan matanya tentang kekontrasan itu sendiri. Atau mungkin juga, hatinya sudah dipenuhi dengan kedongkolan akan kondisi ketimpangan tersebut. Tapi masalahnya adalah kepicikannya dalam menghargai pendapat orang lain. Buatku sendiri sangat penting ketika kita mengungkapkan satu kondisi sosial dan membandingkannya dengan kondisi yang sama dengan nilai2 yang membedakannya. Dari situ barulah kita bisa menilai, bagian mana yang masih kurang dan harus diperbaiki.
Bukan dengan mencaci maki orang yang memiliki pandangan yang berbeda dengan kita. Toh, bukankah secara lahiriah semua orang berbeda. Dan jika secara lahiriah kita sudah berbeda, pola pikir pun pasti berbeda. Dan dengan itulah, harusnya kita bisa duduk bersama, menyelesaikannya dengan kepala dingin. Berpartisipasi walau tidak dengan nominal setidaknya idepun bisa menjadi masukan yang sangat berharga.
OPEN MINDED, PLEASE....!!!!
 | Nyebelin | Dec 17, '09 12:07 PM for everyone |
"Elo itu nyebelin, Ta." hahaha jadi ketawa begitu Deni mengatakan hal tersebut. Mungkin karena aku sering mentertawakan dia, jadi dia merasa tersungging, hehehe. Deni itu rekan kerjaku, meja kerjanya bersebelahan dengan ku. Otomatis, kalau sedang senggang, kami sering berbagi cerita. Nah, disinilah kami jadi lebih saling mengenal dan pastinya jadi lebih dekat :p.
Satu hal yang membuatku senang berdekatan dengan Deni adalah kekurangannya. Deni adalah seorang keturunan Betawi Asli. Bahasa Ibu yang digunakannya adalah bahasa Betawi. Dan bahasa ibu inilah yang ikut mengantarkannya ke dalam pergaulannya sehari-hari. Sekilas, kalau diperhatikan bahasa betawi tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Tapi jangan salah, aku aja yang hidup berdampingan dengan orang betawi asli sejak kecil, suka kewalahan mengartikan ucapan mereka. Demikian halnya dengan ucapan Deni.
Sebagai seorang teknisi, Deni diharuskan berhadapan langsung dengan customernya. Kadang ku dengar percakapan Deni dengan customernya. Suka ketawa sendiri aja, dengar ucapan Deni.LUCU!!!! Hehehehe...Pernah dia memberi penjelasan ke customer dengan bahasa Betawinya yang kental. "Bapak, langkah selanjutnya tinggal Bapak ceplosin aja ke dalem" hahaha...tu Bapak cuma bisa bengong mendengar penjelasan Deni. Ya, selain bahasa ibunya itu, Deni juga memilki kekurangan dalam perbendaharaan bahasa Indonesianya. Kalau aku yang menjumpai kesalahannya, meledaklah tawaku :). Sambil meluncurlah ledekan2 untuk Deni.
Seperti yang terjadi kemarin, saat itu Deni sedang duduk di mejanya. Tiba2 ponselnya berbunyi. "Dari Customer." katanya.Meluncurlah pembicaraan diantara mereka dengan lancar. Tapi...."Iya, Bapak. Kalau gambar yang Bapak maksud kan ada GARASInya." wekkk...gambar dengan garasi...?. Seketika itu pula, aku langsung tertawa dan menyahut, "GRADASI, Deni...!!!" hahaha..Deni langsung menganulir ucapanya sambil kulihat rautnya berubah tersipu.
Terakhir dia bertanya kepadaku, "Ita, gimana caranya buka email? kita harus klik GODZILLA dulu ya?" whuahahahahahahahaha....SUMPAH, Deni itu bisa jadi pengganti PANADOL kalau sedang pusing....
Papaku Ultah,,,Alhamdulillah 57 Tahun. Jauh2 hari Papa udah punya rencana celebrate his bday di Puncak. Tempat favoritnya Papa tuh, karena udaranya dingin jadi akbvitas yang paling favorit ya tidur hehehe. Kebetulan tanggalnya bertepatan dengan long weekend, jadi langsung deh, Papa arrange jadwal sendiri. 3 hari ke depan, kami semua minggat dari rumah. hehehe...Tapi, Ita-kan kerja, Paaaa. Hahaha. sedih banget ya, orang2 dapet long weekend. Aku sendiri harus masuk kerja :'(
Jadi Dilema. Masih punya utang sama kerjaan. Tapi juga gak enak klo ga ikut acaranya Papa. Gimana yah...?
Jam 1 dinihari. Akhirnya kesampaian juga, acara nobar bareng si om. Rencana awalnya hari Rabu kemarin, tapi karena eta sibuk sama tugas2 kuliahnya, akhirnya rencana di pending sampai hari Minggu.
Lumayan seru juga hari ini even kurang energi dari masing2 kami. Mungkin karena berangkat udah malem, terus yang nonton di bioskop itu cuma kami doang berempat. aku, eta, eneng dan si om.
hihihi...lucu juga ngebayangin waktu nonton tadi. Judulnya Zombie Land. Awalnya sih udah excited banget, tapi baru aja film mulai 10 menit, rasanya udah pengen keluar dari studio itu. hahaha...awalnya ngagetin plus nyeremin. Jadi, banyakan teriaknya. Sampe sempet mikir, berani gak ya ke toilet malem2. hahahaha...penakut banget ya.
Itu awal2 film di mulai. Tapi setelah di tonton sampe abis, kok ya aneh tu film...Ah udahlah...just for fun. Jarang2 juga ngumpul bareng om n sepupu. Yang pentingkan ngumpul barengnya itu. Kapan lagi pulang pagi, klo bukan perginya sama om sendiri...hehehe...
Hoam...sekarang yang sisa ngantuknya. Apalagi besok harus kerja. Duh, klo begini mah, kayanya besok bakal berbaik hati sama yang namanya kopi deh :)..Mana kerjaan sampe kamis, udah minta dikerjain. ooohhh....hope this will be a very nice week to me.... Hari ini tepat hari jadi Mama yang ke-50...(Met bday ya Mah..) hehe..puas2in deh, soalnya kalo ngucapin secara langsung, gak mungkin...bukan apa2, masalahnya di keluarga kami tuh, hari jadi anggota keluarga tidak dijadikan tradisi untuk dirayakan. Apalagi Papa, wuihhh...mungkin hari lahir anaknya, beliau agak inget2 sedikit, tapi aku yakin banget klo Papa gak inget atau tepatnya gak tau kalo hari ini Mama ulang tahun....(iihhh, Papa gak asik nih. Gak ROMANTISSS!!!!) Mama... uhm...apa yah...? Mama itu perempuan yang hebat banget...setia abis...sayang banget sama keluarga...pinter segala hal...tapi satu kekurangannya terlalu introvert..hehehe...yah, mungkin itu balik ke karakter individunya kali yah... Buat aku pribadi, kadang mama bisa jadi saingan di depan Papa (tapi seringan mama sih yang menang), kadang jadi penyemangat nomor satu (asli...sampe kuliah gak ada satu kertas ujianpun yang aku sembunyiin dari Mama, even untuk mata kuliah yang gak lulus..hehehe, masalahnya Mama pasti bilang, "kan masih ada semester depan.."), kadang jadi bodyguard (sampe sekarang masiiihhhh aja ditemenin sama Mama kemana-mana)..tapi sering juga jadi musuh...hehehehe...mungkin anak perempuan lain sama MAMAnya juga sering ngambek2n kaya aku ke Mama kali yah... well...buat Mama: Hepi blated bday ya Mah... moga panjang umur, selalu dikasih sehat sama Allah biar bisa terus temenin kami... memberi semangat dalam setiap kata yang selalu menenangkan menjaga kami dalam doa yang senantiasa kami harapkan sebagai pengiring langkah kami... memberi tauladan sebagai bekal berharga bagi kami... May Allah loves you always.. H A P P Y 50th B I R T H D A Y Mama Apa sih arti Cinta Seorang Ayah...(one Note for PaPa) Terinspirasi dari Film Layar Lebar Bukan Cinta Biasa... Akhirnya jadi juga nonton "Bukan Cinta Biasa". Setelah muter2 waktu yang lumayan ruwet, aku dan Tere berhasil menemukan waktu yang pas untuk janjian nonton film ini. Terus terang awalnya, kami penasaran mw lihat aktingnya Afghan sebagai cameo di film tersebut. Secara Ost.nya dah wara wiri di telinga. hehehe....Walau ujian untuk dateng ke Blok M Square banyak banget -Tere harus basah kuyub keujanan dan aku yang kebagian beli tiket harus gigit jari karena tiket keburu abis duluan- tapi demi mengobati rasa penasaran kami, terpaksa deh, ganti jam berikutnya :) **** Dikisahkan seorang anak perempuan -Nikita- yang karena kondisi tertentu harus terpisah dengan Ayahnya -Tommy- selama 16 tahun. Sang anak berusaha untuk mencari tahu keberadaan Sang Papa yang dikemudian hari dipanggil "Dad" olehnya. Dad yang ditemukan oleh Nikita, ternyata bukan tipe Ayah pada umumnya. Dad adalah seorang "Rocker" Kejadian demi kejadian silih berganti, Apalagi setelah Nikita memutuskan untuk tinggal bersama Dad. Dari yang kocak, sedih sampe yang ngeselin. Mulai dari Nikita berusaha menjauhkan Dad dari barang2 haram, seperti Narkotika, Rokok, Minuman dan "cewek" sampai usaha Dad untuk menjauhkan Brad dari Nikita. Dari sinilah sisi kebapakan Dad muncul. **** Nonton film ini berasa Papa banget deh. Maksudnya, aku yang memang deket banget sama Papa, bisa ngebenerin alur dari certia ini. "eh, kok samanya!" begitu yang terlintas dipikiran waktu sisi kebapakannya Brad muncul. Dad sayang banget sama Nikita, sampe2 dia gak rela anaknya digombalin Brad. "Duh, Pah...taukah kalo anakmu juga pernah menjadi korban kegombalan seorang laki2" hehehe...aku gak berani cerita, takut laki2 itu di cekek sama Papa...hehehe... Yupzz...Papa-ku super protective...gak ngerti kenapa begitu. Bahkan temen2 deketku aja, yang memang sudah cukup mengenal Papa agak2 takut klo mw ngajak aku keluar. "Lo bolehkan naek motor Ta? Lo bisakan naek kereta?"...aaiiiiyaaah...galz, gak segitunya kali, lagian gue asik2 aja kok. "Abis, lo kan anak Papa!!!" Gee...sengeri itukah...? Tapi eh tapi eh tapi....Papa is my idol-loh...seorang laki2 yang bertanggung jawab sama keluarganya. Laki2 yang sayaaaaaangg banget sama keluarganya. Laki2 yang teramat sangat struggle demi keluarganya. Yah, walaupun pernah juga kita "bete2-an" satu sama lain. Ada satu kejadian yang sempet bikin aku ngerasa bersalaaaahhh banget sama Papa. Kejadiannya kira2 10 tahun lalu. Ketika itu, kondisi ekonomi kami sedang morat marit. Aku yang kala itu duduk dibangku SMU hanya memiliki satu pasang sepatu untuk masa sekolah 3 tahun. Karena, setiap hari dipake ke sekolah, sepatu itu akhirnya bolong. 'Aku yang memang tau kondisi ekonomi keluarga saat itu cuma bisa menangis. Dan Papa tau. Hikkss, jadi sedih klo inget =). Seketika itu juga Papa menjahit sepatuku yang bolong itu. Subhanallah...jahitannya rapih sekali...sampai2 tidak berbekas jahitan dan bolongnya hilang. Alhamdulillah...aku punya Papa seperti Papa. Alhamdulillah masa itu telah terlewati. Alhamdulillah atas segala yang diberikan Allah kepada kami. Apapun bentuknya, mudah susah senang sedih..pasti ada ibrohnya. Sekarang...tugasku membahagiakan kedua orang tuaku. Saat inipun, aku masih membutuhkan dukungan dari mereka. Masa2 ketika aku hopeless memohon dan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. hehehe..susah yah cari kerja. Insyaallah aku pasti bisa membahagiakan orang tuaku. amin... Apa sih rasanya kalo keberadaan kalian cuma buat tong sampah ke"bete"an karib kalian?. Ada masalah sedikit, langsung ambil ponsel terus telepon "lagi pusing nih, banyak kerjaan." Bete sedikit langsung sms, "duh, gw lagi bete nih." Sebenernya buat aku pribadi, terkadang moment tersebut bisa jadi menyenangkan. Bisa mendengarkan keluhan orang lain. Bisa juga jadi bahan pelipur lara, "Hey,,,,you're not alone..beib...". Bisa juga jadi obat rindu, karena biasanya mereka yang curhat, temen2 yang udah lama hilang dari peredaran rotasinya Ita..hehehe... Itu yang enaknya. Yang pahitnya, kalo temen2 yang lagi "bete" itu malah melampiaskan ke"bete"an mereka ke aku...hyiii, paling malessss...tapi gak tau kenapa justru yang pahit ini yang sering banget terjadil ."Ya, abiisss, gw ga tau harus melampiaskan ke siapa, Ta. Seenggaknya bete gw bisa nular ke elo..." ini yang biasanya jadi alasan mereka. Rubbish...dipikirnya seorang Ita, bisa dengan ikhlasnya jadi "tong sampahnya" mereka. Kejadian seperti ini, terjadi kemarin pagi. Selagi sibuk di dapur, tiba2 ponsel berdering...oopss nomor gak dikenal masuk, "diangkat gak yah...?" akhirnya setelah dering ke-5, akhirnya ku jawab juga telepon tersebut. "Ta, ini gw Selamet"...Duh...kalo Selamet yang telepon pasti dia lagi bete berat ni, pikirku. "Gw lagi bete nih,Ta." Nah, bener kan...!!! "Terus?" ceplosku. "Yaah...gw ga tau lagi siapa yang bisa gw cela....." tuuuttt...wiediew...sinyal jelek otomatis aku gak denger kalimat selanjutnya dari Selamet, leganya...qe qe qe.... "Met, sori suaralo gak jelas, mending cari tempat lain aja deh, mungkin sinyallo jelek..." "gak bisa, gw pake telepon pantry Ta..." Jawab Selamet sambil meneruskan pembicaraannya. "Iya nih Ta, gw pusing dan biasanya kalo lagi gini gw nyari orang yang bisa gw cela2. Dan elo satu2nya orang yang gak pernah marah kalo gw cela." "Maksudlo...? emang pernah gitu, lo cela gw gak marah2? emang pernah gitu gw rela lo cela2 Met?" uuugghh...mulai panas nih. "Paling lo ngambek bentar. Mana pernah sih, lo marah beneran." Duh, saat itu rasanya "bete"nya Selamet langsung pindah ke aku. Gak sopan banget nih anak. Pas ada masalah ngelampiasinnya ke aku. Awas aja Met. Rasanya pengen langsung matiin telepon saat itu juga. Tapi gimana...? Rasanya gak "nonjok" aja, kalo langsung memutuskan pembicaraan dengan cara yang biasa. hihihihi devil mode "on". Sambil muter otak untuk mengakhiri telepon dari Selamet, akhirnya jurus basa basi yang jamuran keluar juga. "emang ada masalah apa sih, Met? tanyaku. "Gak Ta..." tuuutttt ....suara Selamet hilang lagi. Gotcha....hehehe, akhirnya aku menemukan caranya. "Met...Met....suaralo ga kedengeran..." "Iya Ta, lo denger ga...? gw denger lo kok" "halo Met, Halo...halloo...halllooooo....Sori Met gw tutup ya, gak kedengeran." tutt....telepon ditutup. Kejadian ini cuma sebagian kecil dari kejadian-kejadian "tong sampah" lainnya. Mulai dari masalah pekerjaan sampai patah hati, adaaa aja yang menjadikan Ita jadi "tong sampah" mereka. but aniway, aku ada karena mereka ada. terkadang aku juga suka menjadikan mereka "tong sampah"ku. Tapi mungkin kalo "tong sampah"nya juga lagi bete, akhirnya jadi begitu deh..hehehe... n.b. hahahaha...sori Met, lagi ga mood denger ceritalo apalagi suaralo...hihihi...maaf yah!!!! Next time deh, lagipula gw lagi masak... pfuuihhh....lagi2 matahari tidak bersahabat siang ini. Kalo saja urusan hari ini tidak terlalu penting, mungkin aku akan mengcancelnya di lain hari. Apa boleh buat =(, namany juga janji harus dipenuhi juga kan...;p Gee...bener2 terik. Aku memutuskan untuk segera pulang begitu janji terpenuhi. Cuaca hari itu membuat diriku tidak bernafsu untuk melakukan aktifitas lain. Lagipula hari ini, Mama masak menu kesukaanku, Cumi Asin Tumis Lokyo...hmmm...bisikan untuk segera pulang semakin meraja. Begitu masuk kamar langsung kusambar remote AC, ku stel temperatur paling pool. uugghhh...nikmatnyaaaa. Sapuan lembut hembusan aircon membelai wajahku. Aku mulai merebahkan tubuhku. Sekilas kulihat ada undangan pernikahan di atas meja komputerku. "Pasti Mama yang meletakkannya," pikirku. Wat...? empat lembar...? aku gak salah itung ni...? hyiii...ada empat lembar undangan. Itu artinya empat temen berkurang untuk bisa di ajak hang out bareng nih...ini belum termasuk undangan via sms, email n facebook. hikssss....ditinggal lagi, hehehe... halllaaaaah...udah melankolisnya, he...ku buka satu persatu undangan tersebut. ih, bener2 bikin pusing bacanya. Empat undangan dengan hari dan waktu bersamaan tapi tempat yang berjauhan. ehm...harus muter otak nih, paling gak salah duanya bisa dpenuhi undangannya. Biasanya Papa akan dengan seneng hati nganterin, tapi kalo disuruh pindah2 tempat kondangan kayak gini, duh...gak tega juga ya...sssttt (intermezzo)...Love u Pah, =). hmm...biasanya kalo udah kayak gini, aku akan merelakan ke empat undangan tersebut. Doanya aja pikirku (plissss, ini jurus sesat jangan diikutin yah...)hihihi...let's see ajalah...liat tanggal mainnya....=) ***** "Ta, lo dapet undangan dari Kia ga?" tanya Tere dari ujung telepon "Iya, dapet Ter..kenapa, mw ketemuan disana?" tembakku "Iya nih, udah lama kita ga ketemu." jawabnya. Telepon dari Tere menjadi satu solusi untuk memenuhi salah satu dari empat undangan tersebut. Akhirnya satu undangan terpenuhi. Kubaca kembali undangan dari Kia, ternyata venuenya ga terlalu dari rumah.Okeh, Kiaaaa....I'm coming!!! ***** Karena gedung yang dipilih Kia tidak terlalu jauh dari rumah, aku sampai ketika acara belum dimulai. Kuperhatikan para tamu yang sudah hadir. Ternyata banyak juga kawan2 yang hadir di acara Kia ini. Aku mulai celingak celinguk mencari Tere, leher terpaksa ku tarik sepanjang panjangnya (uupss lebay :p). Sedari aku masih di jalan, telepon dan sms darinya terus mengganggu, memastikan kehadiranku. Pasti kangen banget ni anak...hehehe... "Ita....Sini..." akhirnya.... "Sini Ta, kita ambil posisi paling depan. Karena gw denger, upacara buat penganten lumayan lama. Terus sekalian gw pengen liat lakinya si Kia, ganteng apa enggak." jelas Tere. Temanku satu ini dari dulu gak pernah berubah. Jadi teringat setiap kali jalan bareng Tere, dia pasti akan salah tingkah kalo berpapasan dengan cowok ganteng. Setelah itu, dia pasti akan bertanya, "Ganteng kan Ta?' dan akan aku jawab spontan, "Gak liat Ter..." hahahaha..dijamin Tere bakal ngambek.... ***** Akhirnya upacara pernikahan dimulai. Dari jauh kulihat Kia tampak anggun berjalan berdampingan dengan suaminya. Kulihat Tere akan memulai komentarnya. Tapi tampaknya kali ini dia sangat setuju dengan pilihan Kia. "Ta, hansamu, Ta" binar di wajah Tere kulihat, "Suaminya Kia, hansamu. Ganteng." "Masa sih, Ter...biasa aja tuh, menurut gw." jawabku. "Yah...lumayanlah Ta. Seenggaknya mukanya mulus, gak jerawatan!!!" canda Tere. "MasyaAllah...Tere...apa cuma sebatas jerawatan atau gak jerawatan kita memilih calon suami?" protesku. "Yah,,,seenggaknya enak dipandang Ta," bela Tere. huh,,kalo udah nyerempet kriteria Tere dalam mensortir pria2 ganteng jangan ikut campur deh. Itu udah harga mati buat dia. Aku jadi teringat, kriteria cowok Tere, "yang putih, tinggi, ganteng...mirip2 Indra Brugmann-lah." "hey, lo berdua dari tadi disini..?" suara Fitri akhirnya memutuskan debat kami. "iya, nih lo sama siapa Fit?" jawab Tere. ****** pfuihhh...akhrinya sampe juga dirumah. Selepas dari pernikhan Kia, Tere mengajakku ke Senayan City, melepas kangen katanya. Maklumlah, biar terbilang sangat akrab, tapi susah juga menyisihkan waktu untuk bisa bertemu. Kulirik jam ditangan tepat pukul satu dinihari. Tadi Tere berkeras untuk mengajakku nonton. Lama juga aku berusaha untuk memejamkan mata ini. Kalo sudah terlambat tidur, jadi susah lagi buat tidur ;(. Lamat2 aku teringat ucapan Tere, di pernikahan Kia..."yang penting ganteng, ga jerawatan, enak diliat..." ah, Tere.... Sejak perkenalan kami dengannya tak pernah sekalipun rasanya kami memanggil namanya. "Ustadz" begitu kami biasa memanggilnya. Nama lengkapnya Komaruddin Syah, panggilannya Komar. Penampilannya sangat nyentrik untuk ukuran seorang Ustadz. Tas ransel, sepatu kets dan rambut yang dibiarkan sebatas bahu, tapi yang selalu ku ingat kuku ibu jarinya yang dibiarkan memanjang. Mungkin kalo sekarang kita bisa sebut Ustadzku itu dengan sebutan "Ustadz Gaul" kali yah...Info terakhir yang bikin kami melongo, ternyata ustadzku "Penyanyi Dangdut". Walaahh. Kalo ditimbang2 mungkin umurnya tidak lebih 25 tahun ketika itu. Aku sendiri saat itu, tengah duduk dibangku kelas 4 SD. Papa berkeras agar anak2nya bisa mengaji. Walaupun, kala itu kami sudah mengikuti pengajian di madrasah dekat rumah, Tapi menurut Papa itu belum cukup. Jadilah, Ustadz Nyentrik itu datang ke rumah tiap 2 minggu sekali. Hampir 7 tahun lamanya, Ustadzku itu menyirami kami dengan ilmu2nya yang buatku bener2 bermanfaat dan Insya allah takkan lekang oleh waktu. Dalam perjalanan 7 tahun yang kami jalani bersama, gak jarang kami pindah2 jadwal ngaji. Kadang hari Senin-Rabu atau Selasa-Kamis. Kadang Siang, kadang malem. Karena saking lamanya juga sama2, hubungan kami juga makin dekat. Mungkin sebagai murid gak jarang kami berlaku kurang sopan terhadapnya. atau kadang2 kami malah ngumpet, karena males ngaji. Uppss, moga dimaafin yah... Komar Vs Komar Malam itu giliran jadwal ngaji kami. Karpet, bantal untuk ganjalan qur'an, papan tulis, spidol, teh buat Ustadz sudah siap. Kami pun mulai ngantri menunggu giliran. Kali itu, Sukma yang kebagian pertama, setelah itu baru aku dan terakhir Etta. Papa yang hari itu pulang kantor mengeluh capek. Dan biasanya kalo sudah begini pasti Papa akan memakai jasa tukang urut keliling langganannya. "Ita, nanti kalo Komar lewat tolong panggilnya." Pinta Mama ketika aku sudah di depan Ustadz untuk menggunakan giliranku. "Iya" seruku. Akupun melanjutkan giliranku. Kubuka Surat Pertama di Alquran. Surat yang gak boleh ketinggalan untuk dibaca ketika membaca qur'an, begitu Ustadz selalu mengingatkan. Setelah itu kubuka lembaran bacaanku. Ku baca pelan2 qur'anku. Ustadz menyimak dan membetulkan sekali-kali, jika menurutnya bacaanku salah. Kleneng kleneng kleneng...."Komar...." teriakku refleks dan santai dengan suara yang lumayan kenceng dan meninggalkan bacaanku. "Komar...Komar...Komar...." Uppsss...Yaa Allah...What I have done...? Hahaha pertama kalinya aku memanggil nama Ustadz Nyentrik itu dengan cara yang sangat sangat sangat gak sopan. Seketika itu pula langsung ku tutup mulutku sambil menahan malu dan tawa. Kulihat wajah Ustadz yang ternganga melihat kelakuanku. Sumpah!!! aku gak bermaksud kurang ajar atau sengaja melakukannya. Buat Ustadz Nyentrik dimanapun kau berada kini, Jazakallah atas semua ilmu yang telah diberikan. Bener2 bermanfaat sampe sekarang. Akhirnya bulan Maret 2009 -setelah satu setengah tahun lamanya- menjadi bulan terakhir untuk kami menemani Papa kuliah. Mungkin bagi sebagian orang, pemandangan satu keluarga ke kampus akan menjadi aneh. Tapi begitulah kebiasaan di keluarga kami. Biasanya kami -Mama, aku dan 2 orang adikku- akan setia menunggu Papa di dalam mobil untuk 2-3 jam. Tapi saat-saat makan mie ayam di seberang kampus Papa, memang moment yang ga pernah bisa untuk dilewatin gitu aja. CHRIS JOHN ATAU MAS JON "Hari ini aku ada acara conperssnya Chris John!." Entah kenapa kata2 itu selalu terngiang di telingaku. Rasanya hati ini ga mau berhenti untuk mendoakan kesuksesannya. Pun, ketika dia mengucapkan kalimat tersebut, ku pikir satu langkah baru telah dibuatnya. Langkah baru untuk lebih sukses tentunya. Sabtu, itu kami sekeluarga bersiap untuk berangkat ke kampus. Entahlah diotakku ini, masih saja terngiang kalimatnya kemarin. "Pasti, sekarang dia sibuk." Aku sendiri ga berniat untuk menghubunginya, takut mengganggu. Biarlah dia bekerja yang penting kerjaannya lancar. "Ita, mw makan mie ayam ga?" pertanyaan Mama membuyarkan lamunanku. "Hm, boleh Ma." Hehehe ga mungkinlah melewatkan tawaran ini, apalagi mie ayam makanan favoritku. Baru menaruh pantat di atas kursi kayu panjang, kok tiba2 aku jadi teringat Chris John. "Mas penjual mie ayam ini kok mirip Chris John ya...?" batinku. Sebenernya, untuk urusan mengenali orang, jangan serahkan padaku pasti hasilnya bakal NGAWUR. Ga tau kenapa aku bisa menyamakan Mas mie ayam dengan Chris John, mungkin karena ukuran mereka yang mungil. Atau mungkin karena pikiranku memang masih melayang ke sosok yang sedang bersama Chris John saat itu. Sejurus kemudian, aku berbisik ke Mama dan adik2ku, "Eh, kok Masnya mirip Chris John ya?." Mama dan adik2ku membalas dengan senyum simpul. Jadilah setelah kejadian tersebut, kami selalu menyebut tempat itu dengan sebutan Mie Ayam Chris John. Rupanya, julukan ini sampai juga ke telinga Papa. Papa memang ga pernah tau ada warung mie ayam di seberang kampusnya, ini karena kebiasaannya yang ga bisa makan sembarangan. Jadilah, beliau hanya mendengarkan cerita kami, sekaligus mungkin penasaran semirip apa sih, sosok yang disamakan dengan Chris John. ***** Minggu2 terakhir sebelum sidang, Papa harus mondar-mandir ke kampus untuk ketemu dosen. "Wah...saat2 terakhir juga ni buat menikmati Mie Ayam Chris John." pikirku. Jadi begitu kami siap berangkat nganter Papa, dari rumah kami sengaja ga sarapan. Demi Chris John . "Papa masuk dulu yah, cuma sebentar kok!" "Sip, Pah. Kita makan mie ayam dulu yah." "Ya udah." Yes, akhirnya kami makan mie ayam Chris John lagi. Mie Ayamnya memang enak. Memang sih, ada pilihan bakso dari ukuran Jumbo sampe yang kecil2, tapi buatku yang lain mending minggir, aku cuma tertarik sama mie ayam. Entah kenapa hari itu, nafsu makanku sangat brutal. Aku pesen mie ayam plus bakso isi telor. Ternyata, nafsu makan Etta juga sama denganku hari itu, BRUTAL. Hari2 terakhir, pikirku. Ditengah2 asyiknya menyantap pesanan mie ayam kami, ponsel Mama berdering, "Lagi makan Mie Ayam di seberang kampus. Papa tinggal nyebrang aja." Mama menjawab telepon masuk. Ternyata Papa sudah selesai dengan urusannya. Kulihat wajah Mama panik, lalu kemudian, "Gawat Ta, nanti Papa pasti tanya2 mana yang mirip Chris John." Ow..ow..ternyata itu yang bikin Mama panik. Dan paniknya Mama akhirnya menular ke aku dan Etta. "Mana yang mirip Chris John?" Gubrakkkkk...rasanya saat itu, kami -aku, Mama dan Etta- pingin kabur. Bener dugaan Mama. "Ga masuk, Pa." Etta menjawab. "Hah, masak sih..." ih Papa, plis deh..bisikku dalam hati. "Itu lho Pa, yang lagi masak mie ayam." ah terlanjur malu, mending malu sekalian pikirku. "Mas, apanya yang mirip Chris John...?" Papa mulai deh.... "Gak ada Pak, cuma sama2 mungil aja.!" Duh, maaf ya Mas... Hahaha..keluar dari warung mie ayam itu, kami semua tertawa yang tertahan. Aduh, malu banget. Kenapa sih, Papa mesti bertanya, kan kasian sama Mas Chris Johnnya. ***** Sejak kejadian hari itu, kami bertekad untuk tidak datang lagi ke warung Mie Ayam itu. Malu. Tapi..... "Lho, warungnya ada namanya Kak!" Etta tiba2 teriak setengah girang. "Apa, Et?" tanyaku "Kedai Bakso dan Mie Ayam Mas Jon Asli Solo." jawab Etta... Whuahahaha ....Jadi...? Makan lagi dong....Ya Pastinya....!!!!  | Category: | Movies | | Genre: | Kids & Family |
Film ini menceritakan sebuah keluarga yang berbagi tempat dengan seekor anjing nakal yang bernama Marley.
Sejujurnya dari awal sampai akhir yang diceritain yah si anjing itu. Bener2 film tentang anjing. Klimaksnya buat aku ga terlalu berasa. Tapi bagi pecinta anjing, monggo ditonton filmnya.
  | Guestbook | |
 | hi rusfita you looks nice in this youtube i found  byebye |
| Salam,Numpang promo ya jeng.... Glitterfy.com - Photo FlipbooksBuaguuuussss and murrrrraaah Mukena,Tas krancang cantik,Koko,SarungBantalTaplak. Tersedia berbagai macam bahan, motif, model dan warna. "CUCI GUDANG & PAKET HEMAT MENARIIIKK" Ok ditunggu kedatangannya?....salam |
 | lho... kok gitu? trs bisa bales GB tuh Ta... :) |
 | iya lina...sekarang aku malah ga bisa masuk ke MP ku sndiri :( |
 | jadi abu-abu gini ya Ta? ganti aja themenya lucu2 kok dari multiplynya.... selamat pagiiii... :) |
 | maap ita... meebonya error2... gmn berubahnya? mungkin ita edit css yah kayak yang dikasih mba nurul?
|
 | ta, lo customize site lo pake ini yah!!!tinggal di copas aja... /* theme title: writing in my journal base theme: avlack theme author: patricia a.v. author url: http://patsthemes.multiply.com/*/ body { background-image: url( http://images.patsthemes.multiply.com/image/1:customizedthemes/photos/19438/500x500/4/journalwriting-bg.jpg?et=Gsxj6tyui3TAi8qHKrP4%2Cg&nmid=287555203);background-color: #e4f487; } a, a:visited, a:link { color: #a6cfd5; } .rail { color: #532110; font-family: arial; width: 159px; padding-right: 10px; } .railstart { margin-top: 10px; height: 5px; width: 159px; background: white; z-index: 1000; position: relative; } .railbody { padding: 15px; width: 129px; font-size: 12px; background: white; border: none; z-index: 1000; position: relative; background: #ffffff; } .userlogoside a, .userlogo a:visited { color: #2f9190; } .userlogo { font-size:12px; text-align:center; } div#rail { text-align:left; } .railbody a, .railbody a:link, .railbody a:visited { color: #a6cfd5; } .railsep { height: 1px; margin: 12px 0 12px 0; background: none; background-color: #ffffff; } .railend { height: 100px; width: 159px; background: white; } td.rail { background-color: #ffffff; background-image: none; padding: 0; margin: 0; width: auto; height: auto; } .rail .userlogo { border: none; background: #ffffff; -moz-border-radius: 7px; -webkit-border-radius: 7px; } div.owner_nav { border: none; margin: 0 auto; margin-top: 20px; height: 290px; width: 800px; border: none; border-bottom: none; padding: 100px 10 0 0; background: url( http://images.patsthemes.multiply.com/image/1:customizedthemes/photos/19438/1200x1200/2/journalwriting-header2.png?et=4tqCcRHSNblDvFQXMAO%2Cew&nmid=287555203) no-repeat top left; background-color: transparent; background-position: 0 -0px; } div#subnavc { width: auto; height: auto; background: transparent; border-top: 0px solid #ffffff; padding: 0px; } div#subnav { padding: 0px; padding-left: 5px; border: none; height: auto; } a.topt, a:visited.topt { line-height: 1.2em; display: block; float: left; height: auto; text-align: center; border: none; background: transparent; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; font-size: 14px; font-weight: bold; font-family: arial; color: #e4f487; width: auto; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } a.toptsel, a:visited.toptsel { line-: 1.2em; display: block; float: left; text-align: center; border: none; background:transparent; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; font-size: 14px; font-weight: bold; font-family: arial; color: #e4f487; padding: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; } li.gnopt a, li.gnopt a:visited, li.gnopt a:link { color: #5e5e5e; } li.gnoptsel { border-color: #ffffff; border-color: #ffffff; } h1#page_owner_title { font-size: 30px; background-color: none; background: none; color: #5c3a0c; font-weight: bold; font-family: arial; height:180px; text-align: right; padding-right: 25px; padding-top: 20px; } div#page_start { padding: 0px; width: 800px; border: none; border-top: none; border-bottom: none; margin: 0 auto; } div#rail { text-align: left; width: 159px; } a.gnoptsel, a:visited.gnoptsel { margin: -2px 0 0 0; width: 84px; } div#ownedfooter { margin: 0 auto; padding: 10px 0 10px 0; width: 800px; height: 300px; border: none; border-top: none; font-size: 10px; color: #2f9190; background-color: transparent; background: url( http://images.patsthemes.multiply.com/image/1:customizedthemes/photos/19438/1200x1200/1/journalwriting-footer2.png?et=mdeXtNQkkIIz1EW8kyT9qw&nmid=287555203) no-repeat; } div.stats { border-bottom: none; } .itemboxsub, .cattitle { color: #2f9190; font-weight: bold; text-align: left; font-size: 24px; font-family: arial; padding-top: 10px; margin: 10px; background: none; height: auto; max-width: 550px; } .rolloverfordnd { color: #bed252; font-weight: bold; font-size: 36px; font-family: segoe print; border: none; padding: 10px; background: tranparent; background-color: transparent; max-width: 550px; } .itemshadow { max-width: 550px; } .itemsubsub { font-size: 12px; font-family: arial; font-weight: bold; line-height: 10px; text-align: right; color: #bed252; background: transparent; margin-left: 10px; border: none; } .itemstamp { float: right; font-size: 12px; font-weight: normal; margin: -5px 0 5px 0; margin: 10px; color: #bed252; } .itembox { background: #ffffff; padding: 10px; margin: 10px; overflow: visible; border: none; color: #613e0d; font-size: 12px; font-family: segoe print; font-weight: normal; } .itemboxalbum { border: none; padding: 5px; margin: 10px; overflow: visible; background: transparent; background-color: transparent; color: #4e320d; } .itemactionspacer { height: 30px; } a.mine, a.mine:link, a:visited.mine { color: #4e320d; border: none; margin: 0 2px 0 2px; } div.ritemactions a, div.ritemactions a:link, div.ritemactions a:visited { color: #4e320d; border: none; background-color: transparent; margin: 0 2px 0 2px; } a.go, .go { color: #4e320d; border: none; background: none; } .caldiv1 { background-color: transparent; } .caldiv1 td { font-size: 10px; } .caldate { font-size: 10px; font-weight: bold; } .cald { float:right; text-align: center; background-color: transparent; padding: 0px 4px 0px 4px; margin: -3px -3px 3px 3px; border: 1px solid #c1d854; width: 20px; } .calevent { margin: 0px 0px 8px 0px; } .caldiv1 td:hover { background-color: none; } .caldiv1 th { background-color: transparent; color: #4e320d; font-size: 10px; font-weight: normal; font-family: arial; text-align: center; } .caldiv1 th a, .caldiv1 th a:visited { color: #4e320d; } table.globalnav { border: none; background: none; } .header .globalnav ul.gnopt a { color: #4e320d; } .navinput { border: none; color: #573b2d; font-family: arial; } table.indextitle {display: none; } td#maincontent { padding: 0 25px 0 0; margin: 10px; background: #ffffff; } div.header { width: 780px; margin: 0 auto; background: none; } div.stats div.infobox { background-color: #ffffff; } div.infobox .boxbody { border: 2px solid black; } div.stats.infobox { background-color: transparent; border: 2px solid #5e5e5e; } div.stats { color: #5e5e5e; } h4 { font-size: 16px; margin-bottom: 4px; margin-top:0px; } div.infobox a,div.infobox a:link,div.infobox a:visited { color: #5e5e5e; } .infobox { background-color: #fde6eb; } div.infobox.boxbody { border: 2px solid #5e5e5e; } .replybox { border: 2px solid #532110; background: #f3feb4; background-color: #f3feb4; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; color: #422210; font-family: arial; } .replyboxread { border: 2px solid #532110; background: #f3feb4; background-color: #f3feb4; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; color: #422210; font-family: arial; } .replyboxstamp a, .replyboxstamp a:link, .replyboxstamp a:visited { color: #532110; font-family: trebuchet ms; } .replyboxstamp { color: #1a5e5d; font-family: trebuchet ms; } div.gndd { color: #5e5e5e; background-color: transparent; border: 2px solid #5e5e5e; } div.dsep { background-color: transparent; } div.gndd a { font-weight: bold; font-family: arial; border: 2px solid #5e5e5e; } div.gndd a:hover { background-color: transparent; } ul li { list-style-image: none; } div.guidebox { background: transparent; background-color: transparent; color: #5e5e5e; font-family: arial; border: none; } div.add_sublabel a:hover { color: #737373; } a.signout, a.signout:visited, a.signout:link { color: #532110; font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; background-color: none; font-family: trebuchet ms; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; } a.singout:hover { color: #301c02; background-color: #ffffff; -moz-border-radius: 5px; -webkit-border-radius: 5px; } table.user_id_signout, table.user_id_signout a, table.user_id_signout a:link, table.user_id_signout a:visited { color: #301c02; } lo masukin ke custom css. good luck!!!! |
 | assalamu'alaikum...salam ukhuwah.. |
 | assalamu'alaikum....salam ukhuwah .... |
| salamualaikum ...apa kabar ... |
 | Halooo... Ke Dee Luzz ya.. ada baju-baju anak keren. Ada special disc utk baju branded lhooo... Mo abisin stok neh.. Ayooo buruan, ntar keabisan.
Ditunggu belanjanya ya bund.... ^_^
|
 | Hi... suka aromaterapi ga.. Wanginya membantu konsentrasi, relaxasi, tidur yg nyaman, romantis, penghilang stress... Jasmine, lavender, sandalwood, greentea, rose, opium, lotus, etc.. |
 | makasih ya bu...tx banget..amin..semoga doanya diijabah ma allah yah...peluk cium buat hilya yah... |
 | Hi mampir yuks... S I D K A R Thematic Kids Event & Birthday Souvenir  |
 | Happy Milad yaaa (maap bahasanya dicampur2) oiya telat yah... maklum liburan jadinya jarang OL. We All hope the Best for U from Alloh. |
| boleh dong bu liat potonya? |
| assallamuallaikum.................. |
 | akhirnya bikin blog juga ya nengg... sering2 share yakkk.... |
 | Assalamualaikum jeng, ketemu juga di mp :)
|
| |